1.
PERTUMBUHAN PENDUDUK
♥ DEFINISI PERTUMBUHAN INDIVIDU
Manusia merupakan makhluk individu. Manusia itu disebut
individu apabila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi
mengikuti pola tingkah laku umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang
manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas didalam lingkungan
sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku
spesifik dirinya. Kepribadian suatu individu tidak sertamerta langsung
terbentuk, akan tetapi melalui pertumbuhan sedikit demi sedikit dan melalui
proses yang panjang.
Setiap individu pasti akan mengalami pembentukan karakter atau
kepribadian. Dan hal itu membutuhkan proses yang sangat panjang dan banyak
faktor yang mempengaruhinya terutama lingkungan keluarga. Hal ini disebabkan
karena keluarga adalah kerabat yang paling dekat dan kita lebih banyak
meluangkan waktu dengan keluarga. Setiap keluarga pasti menerapkan suatu aturan
atau norma yang mana norma-norma tersebut pasti akan mempengaruhi dalam
pertumbuhan individu. Bukan hanya dalam lingkup keluarga, tapi dalam lingkup
masyarakat pun terdapat norma-norma yang harus di patuhi dan hal itu juga
mempengaruhi pertumbuhan individu.
Dengan adanya naluri yang dimiliki suatu individu, dimana
ketika dapat melihat lingkungan di sekitarnya maka secara tidak langsung maka
individu akan menilai hal-hal di sekitarnya apakah hal itu benar atau
tidak, dan ketika suatu individu berada di dalam masyarakat yang memiliki
suatu norma-norma yang berlaku maka ketika norma tersebut di jalankan
akan memberikan suatu pengaruh dalam kepribadian, misalnya suatu individu ada
di lingkungan masyarakat yang disiplin yang menerapkan aturan-aturan yang tegas
maka lama-kelamaan pasti akan mempengaruhi dalam kepribadian sehingga menjadi
kepribadian yang disiplin, begitupun dalam lingkungan keluarga, semisal suatu
individu berada di lingkup keluarga yang religius maka individu tersebut akan
terbawa menjadi pribadi yang religius.
♥ FASE PERTUMBUHAN
INDIVIDU
Model
Tahapan Perkembangan Individu
1. Menurut Aristoteles
Aristoteles menggambarkan perkembangan individu, sejak anak sampai dewasa itu kedalam tiga tahapan, setiap tahapan lamanya tujuh tahun, yaitu :
a. Fase Tahap I : Dari 0,0 sampai 7,0 tahun (masa anak kecil atau masa bermain)
b. Fase Tahap II : Dari 7,0 sampai 14,0 tahun (masa anak, masa sekolah rendah)
c. Fase Tahap III : Dari 14,0 sampai 21,0 tahun (masa remaja / puberitas, masa peralihan dari usia anak menjadi orang dewasa)
Penahapan ini didasarkan pada gejala dalam perkembangan fisik (jasmani). Hal ini dapat dijelaskan bahwa antara tahap I dan tahap II dibatasi oleh pergantian gigi, antara tahap II dan tahap III ditandai dengan mulai berfungsinya organ-organ seksual.
2. Menurut Syamsu Yusuf
a. Masa Usia Pra Sekolah;
Masa Usia Pra Sekolah terbagi dua yaitu (1) Masa Vital dan (2) Masa Estetik
• Masa Vital; pada masa ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya. Untuk masa belajar pada tahun pertama dalam kehidupan individu , Freud menyebutnya sebagai masa oral (mulut), karena mulut dipandang sebagai sumber kenikmatan dan merupakan alat untuk melakukan eksplorasi dan belajar. Pada tahun kedua anak belajar berjalan sehingga anak belajar menguasai ruang, mulai dari yang paling dekat sampai dengan ruang yang jauh. Pada tahun kedua umunya terjadi pembiasaan terhadap kebersihan. Melalui latihan kebersihan, anak belajar mengendalikan impuls-impuls atau dorongan-dorongan yang datang dari dalam dirinya.
1. Menurut Aristoteles
Aristoteles menggambarkan perkembangan individu, sejak anak sampai dewasa itu kedalam tiga tahapan, setiap tahapan lamanya tujuh tahun, yaitu :
a. Fase Tahap I : Dari 0,0 sampai 7,0 tahun (masa anak kecil atau masa bermain)
b. Fase Tahap II : Dari 7,0 sampai 14,0 tahun (masa anak, masa sekolah rendah)
c. Fase Tahap III : Dari 14,0 sampai 21,0 tahun (masa remaja / puberitas, masa peralihan dari usia anak menjadi orang dewasa)
Penahapan ini didasarkan pada gejala dalam perkembangan fisik (jasmani). Hal ini dapat dijelaskan bahwa antara tahap I dan tahap II dibatasi oleh pergantian gigi, antara tahap II dan tahap III ditandai dengan mulai berfungsinya organ-organ seksual.
2. Menurut Syamsu Yusuf
a. Masa Usia Pra Sekolah;
Masa Usia Pra Sekolah terbagi dua yaitu (1) Masa Vital dan (2) Masa Estetik
• Masa Vital; pada masa ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya. Untuk masa belajar pada tahun pertama dalam kehidupan individu , Freud menyebutnya sebagai masa oral (mulut), karena mulut dipandang sebagai sumber kenikmatan dan merupakan alat untuk melakukan eksplorasi dan belajar. Pada tahun kedua anak belajar berjalan sehingga anak belajar menguasai ruang, mulai dari yang paling dekat sampai dengan ruang yang jauh. Pada tahun kedua umunya terjadi pembiasaan terhadap kebersihan. Melalui latihan kebersihan, anak belajar mengendalikan impuls-impuls atau dorongan-dorongan yang datang dari dalam dirinya.
•
Masa Estetik; dianggap sebagai masa perkembangan rasa keindahan. Anak
bereksplorasi dan belajarmelalui panca inderanya. Pada masa ini panca indera
masih sangat peka.melalui panca inderanya. Pada masa ini panca indera masih
sangat peka.
b. Masa Usia Sekolah Dasar
Masa Usia Sekolah Dasar disebut juga masa intelektual, atau masa keserasian bersekolah pada umur 6-7 tahun anak dianggap sudah matang untuk memasuki sekolah. Masa Usia Sekolah Dasar terbagi dua, yaitu : (a) masa kelas-kelas rendah dan (b) masa kelas tinggi.
Ciri-ciri pada masa kelas-kelas rendah(6/7 – 9/10 tahun):
• Adanya korelasi positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi
• Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan permainan tradisional.
• Adanya kecenderungan memuji diri sendiri
• Membandingkan dirinya dengan anak yang lain
• Apabila tidak dapat menyelesaikan suatu soal, maka soal itu dianggap tidak penting.
• Pada masa ini (terutama usia 6 – 8 tahun) anak menghendaki nilai angka rapor yang baik, tanpa mengingat apakah prestasinya memang pantas diberi nilai baik atau tidak.
Ciri-ciri pada masa kelas-kelas tinggi (9/10-12/13 tahun) :
• Minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkret
• Amat realistik, rasa ingin tahu dan ingin belajar
• Menjelang akhir masa ini telah ada minat kepada hal-hal atau mata pelajaran khusus sebagai mulai menonjolnya bakat-bakat khusus
• Sampai usia 11 tahun anak membutuhkan guru atau orang dewasa lainnya untuk menyelesaikan tugas dan memenuhi keinginannya. Selepas usia ini pada umumnya anak menghadapi tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha untuk menyelesaikannya
• Pada masa ini anak memandang nilai (angka rapor) sebagai ukuran tepat mengenai prestasi sekolahnya.
• Gemar membentuk kelompok sebaya untuk bermain bersama. Dalam permainan itu mereka tidak terikat lagi dengan aturan permainan tradisional (yang sudah ada), mereka membuat peraturan sendiri.
c. Masa Usia Sekolah Menegah
Masa usia sekolah menengah bertepatan dengan masa remaja, yang terbagai ke dalam 3 bagian yaitu :
• Masa remaja awal; biasanya ditandai dengan sifat-sifat negatif, dalam jasmani dan mental, prestasi, serta sikap sosial,
• Masa remaja ; pada masa ini mulai tumbuh dorongan untuk hidup, kebutuhan akan adanya teman yang dapat memahami dan menolongnya. Pada masa ini sebagai masa mencari sesuatu yang dipandang bernilai, pantas dijunjung dan dipuja.
• Masa remaja akhir; setelah remaja dapat menentukan pendirian hidupnya, pada dasarnya telah tercapai masa remaja akhir dan telah terpenuhi tugas-tugas perkembangan pada masa remaja, yang akan memberikan dasar bagi memasuki masa berikutnya yaitu masa dewasa.
d. Masa Usia Kemahasiswaan (18,00-25,00 tahun)
Masa ini dapat digolongkan pada masa remaja akhir sampai masa dewasa awal atau dewasa madya, yang intinya pada masa ini merupakan pemantapan pendirian hidup.
3. Menurut Jean Jaccques Rousseau
Jean Jaccques Rousseau (1712-1778) filosof Perancis abad ke 18 berpandangan bahwa anak berbeda secara kualitatif dengan orang dewasa. Rousseau menolak pandangan bahwa bayi adalah makhluk pasif yang perkembangannya ditentukan oleh pengalaman, dan menolak anggapan bahwa anak merupakan orang dewasa yang tidak lengkap dan memperoleh pengetahuan melalui cara berpikir orang dewasa. Sebaliknya Rousseau beranggapan bahwa sejak lahir anak adalah makhluk aktif dan skua bereksplorasi. Oleh karena itu anak harus dibiarkan untuk memperoleh pengetahuan dengan caranya sendiri melalui interaksinya dengan lingkungan.
b. Masa Usia Sekolah Dasar
Masa Usia Sekolah Dasar disebut juga masa intelektual, atau masa keserasian bersekolah pada umur 6-7 tahun anak dianggap sudah matang untuk memasuki sekolah. Masa Usia Sekolah Dasar terbagi dua, yaitu : (a) masa kelas-kelas rendah dan (b) masa kelas tinggi.
Ciri-ciri pada masa kelas-kelas rendah(6/7 – 9/10 tahun):
• Adanya korelasi positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi
• Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan permainan tradisional.
• Adanya kecenderungan memuji diri sendiri
• Membandingkan dirinya dengan anak yang lain
• Apabila tidak dapat menyelesaikan suatu soal, maka soal itu dianggap tidak penting.
• Pada masa ini (terutama usia 6 – 8 tahun) anak menghendaki nilai angka rapor yang baik, tanpa mengingat apakah prestasinya memang pantas diberi nilai baik atau tidak.
Ciri-ciri pada masa kelas-kelas tinggi (9/10-12/13 tahun) :
• Minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkret
• Amat realistik, rasa ingin tahu dan ingin belajar
• Menjelang akhir masa ini telah ada minat kepada hal-hal atau mata pelajaran khusus sebagai mulai menonjolnya bakat-bakat khusus
• Sampai usia 11 tahun anak membutuhkan guru atau orang dewasa lainnya untuk menyelesaikan tugas dan memenuhi keinginannya. Selepas usia ini pada umumnya anak menghadapi tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha untuk menyelesaikannya
• Pada masa ini anak memandang nilai (angka rapor) sebagai ukuran tepat mengenai prestasi sekolahnya.
• Gemar membentuk kelompok sebaya untuk bermain bersama. Dalam permainan itu mereka tidak terikat lagi dengan aturan permainan tradisional (yang sudah ada), mereka membuat peraturan sendiri.
c. Masa Usia Sekolah Menegah
Masa usia sekolah menengah bertepatan dengan masa remaja, yang terbagai ke dalam 3 bagian yaitu :
• Masa remaja awal; biasanya ditandai dengan sifat-sifat negatif, dalam jasmani dan mental, prestasi, serta sikap sosial,
• Masa remaja ; pada masa ini mulai tumbuh dorongan untuk hidup, kebutuhan akan adanya teman yang dapat memahami dan menolongnya. Pada masa ini sebagai masa mencari sesuatu yang dipandang bernilai, pantas dijunjung dan dipuja.
• Masa remaja akhir; setelah remaja dapat menentukan pendirian hidupnya, pada dasarnya telah tercapai masa remaja akhir dan telah terpenuhi tugas-tugas perkembangan pada masa remaja, yang akan memberikan dasar bagi memasuki masa berikutnya yaitu masa dewasa.
d. Masa Usia Kemahasiswaan (18,00-25,00 tahun)
Masa ini dapat digolongkan pada masa remaja akhir sampai masa dewasa awal atau dewasa madya, yang intinya pada masa ini merupakan pemantapan pendirian hidup.
3. Menurut Jean Jaccques Rousseau
Jean Jaccques Rousseau (1712-1778) filosof Perancis abad ke 18 berpandangan bahwa anak berbeda secara kualitatif dengan orang dewasa. Rousseau menolak pandangan bahwa bayi adalah makhluk pasif yang perkembangannya ditentukan oleh pengalaman, dan menolak anggapan bahwa anak merupakan orang dewasa yang tidak lengkap dan memperoleh pengetahuan melalui cara berpikir orang dewasa. Sebaliknya Rousseau beranggapan bahwa sejak lahir anak adalah makhluk aktif dan skua bereksplorasi. Oleh karena itu anak harus dibiarkan untuk memperoleh pengetahuan dengan caranya sendiri melalui interaksinya dengan lingkungan.
Rousseau
dalam bukunya Emile ou L’education (1762), menolak, pandangan bahwa anak
memiliki sifat bawaan yang buruk (innate bad), dia menegaskan bahwa “All thinhs
are good as they come out of the hand of their creator, but everything
degenates in the hand of man” artinga segala-galanya adalah baik sebagaimana ke
luar dari tangan sang pencipta, segala-galanya memburuk dalam tangan manusia.
Pandangan ini dikenal dengan Noble Savage, ungkapan ini mengandung arti bahwa
anak ketika lahir sudah membahwa segi-segi moral (hal-hal yang baik dan buruk,
benar dan salah yang dapat berkembang secara alami dengan baik), jika kemudia
terdapat penyimpangan dan keburukan, hal itu dikarenakan pengaruh lingkungan
dan pendidikan.
Tahap I : 0 – 2 tahun usia asuhan
Tahap II : 2-12 tahun masa pendidikan jasamani dan panca indera
Tahap III : 12-15 tahun pendidikan akal
Tahap IV : 15-20 tahun pendidikan watak dan agama
4.
Menurut Kretschmer
Kretschmer
membagi perkembangan anak menjadi 4 (empat) fase, yaitu:
1. Fullungsperiode I
Yaitu pada umur 0;0 – 3;0. Pada masa ini dalam keadaan pendek, gemuk, bersikap terbuka, mudah bergaul dan mudah didekati.
2. Strecungsperiode I
Yaitu pada umur 3;0 – 7;0. Kondisi badan anak nampak langsing, sikap anak cenderung tertutup, sukar bergaul dan sulit didekati
3. Fullungsperiode II
Yaitu pada umur 7;0 –13;0. Kondisi fisik anak kembali menggemuk
4. Strecungsperiode II
Yaitu pada umur 13;0 – 20;0. Pada saat ini kondisi fisik anak kembali langsing.
5. Menurut Elizabeth Hurlock
1. Masa sebelum lahir (prenatal) selama 9 bulan atau 280 hari
1. Fullungsperiode I
Yaitu pada umur 0;0 – 3;0. Pada masa ini dalam keadaan pendek, gemuk, bersikap terbuka, mudah bergaul dan mudah didekati.
2. Strecungsperiode I
Yaitu pada umur 3;0 – 7;0. Kondisi badan anak nampak langsing, sikap anak cenderung tertutup, sukar bergaul dan sulit didekati
3. Fullungsperiode II
Yaitu pada umur 7;0 –13;0. Kondisi fisik anak kembali menggemuk
4. Strecungsperiode II
Yaitu pada umur 13;0 – 20;0. Pada saat ini kondisi fisik anak kembali langsing.
5. Menurut Elizabeth Hurlock
1. Masa sebelum lahir (prenatal) selama 9 bulan atau 280 hari
Ciri-cirinya:
a. Ditentukannya sifat-sifat bawaan dan jenis kelamin individu
b. Kondisi ibu sangat menentukan pola pertumbuhan prenatal
c. Secara proporsional pertumbuhan pada periode ini lebih besar daripada periode lainnya
d. Terdapat banyak bahaya fisik dan psikologis
e. Orang-orang yang berarti dapat membentuk sikap kepada si janin.
Pada waktu pembuahan ditentukan beberapa hal, yaitu:
a. Sifat-sifat bawaan fisik dan mental psikologis anak
b. Jenis kelamin anak
c. Apakah lahir tunggal atau kembar
d. Posisi anak dalam keluarga
Gangguan-gangguan pada masa prenatal antara lain pertumbuhan otak, kelainan cacat fisik atau keguguran yang diakibatkan oleh malnutrisi ibu, kekurangan vitamin dan kelenjar, penggunaan obat-obatan, alcohol, merokok berlebihan, penyakit serta faktor emosi ibu.
2. Masa bayi baru lahir (new born) 0,0-2 minggu
Periode ini dibagi menjadi dua bagian:
a. Periode Partunate
Periode yang berlangsung sejak janin baru keluar dari rahim ibu sampai tali pusat dipotong
b. Periode Neonate
Periode yang berlangsung sekitar akhir minggu kedua setelah kelahiran
Ciri-cirinya masa bayi baru lahir:
a. Masa perkembangan yang tersingkat dari periode lainnya
b. Penyesuaian diri untuk kelangsungan hidup/ perkembangan janin.
c. Ditandai dengan terhentinya perkembangan
d. Di akhir periode ini apabila si bayi selamat maka akan terjadi perkembangan lebih lanjut.
Pada masa bayi baru lahir harus melakukan empat macam penyesuaian diri yang pokok agar tetap hidup, yaitu:
a. Penyesuaian diri yang mencakup perubahan suhu
b. Mengisap dan menelan makanan (air susu)
c. Bernafas
d. Pembuangan kotoran
3. Masa bayi (babyhood) dari 2 minggu-2 tahun
Ciri-cirinya:
a. Masa bayi yaitu masa dasar atau maasa pembentukan dasar kehidupan, karena terbentuknya pola perilaku, sikap dan pola ekspresi emosi
b. Bayi berkembang pesat baik fisik maupun psikologisnya
c. Masa bayi selain meningkatnya individualitas, juga merupakan permulaan sosialisasi
d. Masa permulaan berkembangnya penggolongan peran seks/ jenis kelamin.
e. Masa yang menarik sehingga semua orang senang kepada bayi
f. Merupakan permulaan kreativitas
4. Masa kanak-kanak awal (early childhood) dari 2-6 tahun
Cirri-cirinya:
a. Orang tua menyebutnya problematis/ uisa sulit karena sulit dididik
b. Usia main karena sebagian besar hidup anak waktunya dihabiskan untuk bermain
c. Para pendidik menyebutnya anak usia prasekolah yaitu masa persiapan untuk masuk sekolah dasar
d. Usia pra kelompok karena anak-anak mempelajari dasar-dasar perilaku social
e. Usia penjelajah dan usia bertanya, karena anak-anak menjelajahi lingkungan dengan dorongan ingin tahu apa yang ada disekitar. Dan salah satu cara untuk menjelajahi lingkungan dengan brtanya
f. Berani dan senang mencoba hal-hal yang baru
Minat umum pada masa ini meliputi:
a. Minat kepada agama, terbukti dari keinginan tahu anak yang besar terhadap masalah-masalah agama
b. Minat terhadap diri sendiri menjadikan anak bersikap egocentrisme,ini menunjukkan bahwa anak mulai ada kesadaran terhadap dirinya sendiri.
c. Minat terhadap seks dengan sering membicarakannya dengan teman bermain kalau tidak ada teman dewasa
d. Minat anak terhadap pakaian karena pengalaman-pengalaman dalammengenakan pakaian memperoleh pujian-pujian.
5. Masa kanak-kanak akhir (later childhood) 6-12 tahun
Ciri-cirinya:
a. Usia tidak rapih karena mereka cenderung tidak memperdulikan atau ceroboh dalam penampilan
b. Usia bertengkar karena sering terjadi pertengkaran antara anak-anak lainnya dengan anggota keluarga.
c. Masa menyulitkan karena anak-anak tidak menurut perintah lebih menuruti teman-temannya daripada orang tuanya
d. Usia sekolah dasar, karena anak masanya untuk masuk/ mengikuti pendidikan sekolah dasar.
e. Perhatian utama hidup anak masa ini tertuju pada keinginan diterima oleh teman-teman sebaya sebagai anggota kelompok
f. Anak-anak ingin menyesuaikan diri dengan standar yang disetujui kelompok dalam penampilan, berbicara dan perilaku lainnya
Secara relative anak-anak lebih mudah untuk dididik (di sekolah) dari masa sebelum dan sesudahnya nanti. Masa ini dapat dirinci menjadi dua fase, yaitu:
a. Masa kelas-kelas rendah sekolah dasar (umur 6,0-atau 7,0 sampai umur 9,0 atau 10,0)
Masa ini ditandai dengan sifat-sifat khas sebagai berikut:
- Adanya korelasi yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi sekolah
- Adanya sikap tunduk kepada peraturan-peraturan permainan yang tradisional
- Ada kecenderungan memuji diri sendiri
- Suka membanding-bandingkan dirinya dengan anak-anak lain
- Apabila anak tidak dapat menyelesaikan tugas maka tugas itudianggap tidak penting
- Bagi anak-anak umur 6,0 sampai 8,0 tahun menginginkan nilai yang baik
a. Ditentukannya sifat-sifat bawaan dan jenis kelamin individu
b. Kondisi ibu sangat menentukan pola pertumbuhan prenatal
c. Secara proporsional pertumbuhan pada periode ini lebih besar daripada periode lainnya
d. Terdapat banyak bahaya fisik dan psikologis
e. Orang-orang yang berarti dapat membentuk sikap kepada si janin.
Pada waktu pembuahan ditentukan beberapa hal, yaitu:
a. Sifat-sifat bawaan fisik dan mental psikologis anak
b. Jenis kelamin anak
c. Apakah lahir tunggal atau kembar
d. Posisi anak dalam keluarga
Gangguan-gangguan pada masa prenatal antara lain pertumbuhan otak, kelainan cacat fisik atau keguguran yang diakibatkan oleh malnutrisi ibu, kekurangan vitamin dan kelenjar, penggunaan obat-obatan, alcohol, merokok berlebihan, penyakit serta faktor emosi ibu.
2. Masa bayi baru lahir (new born) 0,0-2 minggu
Periode ini dibagi menjadi dua bagian:
a. Periode Partunate
Periode yang berlangsung sejak janin baru keluar dari rahim ibu sampai tali pusat dipotong
b. Periode Neonate
Periode yang berlangsung sekitar akhir minggu kedua setelah kelahiran
Ciri-cirinya masa bayi baru lahir:
a. Masa perkembangan yang tersingkat dari periode lainnya
b. Penyesuaian diri untuk kelangsungan hidup/ perkembangan janin.
c. Ditandai dengan terhentinya perkembangan
d. Di akhir periode ini apabila si bayi selamat maka akan terjadi perkembangan lebih lanjut.
Pada masa bayi baru lahir harus melakukan empat macam penyesuaian diri yang pokok agar tetap hidup, yaitu:
a. Penyesuaian diri yang mencakup perubahan suhu
b. Mengisap dan menelan makanan (air susu)
c. Bernafas
d. Pembuangan kotoran
3. Masa bayi (babyhood) dari 2 minggu-2 tahun
Ciri-cirinya:
a. Masa bayi yaitu masa dasar atau maasa pembentukan dasar kehidupan, karena terbentuknya pola perilaku, sikap dan pola ekspresi emosi
b. Bayi berkembang pesat baik fisik maupun psikologisnya
c. Masa bayi selain meningkatnya individualitas, juga merupakan permulaan sosialisasi
d. Masa permulaan berkembangnya penggolongan peran seks/ jenis kelamin.
e. Masa yang menarik sehingga semua orang senang kepada bayi
f. Merupakan permulaan kreativitas
4. Masa kanak-kanak awal (early childhood) dari 2-6 tahun
Cirri-cirinya:
a. Orang tua menyebutnya problematis/ uisa sulit karena sulit dididik
b. Usia main karena sebagian besar hidup anak waktunya dihabiskan untuk bermain
c. Para pendidik menyebutnya anak usia prasekolah yaitu masa persiapan untuk masuk sekolah dasar
d. Usia pra kelompok karena anak-anak mempelajari dasar-dasar perilaku social
e. Usia penjelajah dan usia bertanya, karena anak-anak menjelajahi lingkungan dengan dorongan ingin tahu apa yang ada disekitar. Dan salah satu cara untuk menjelajahi lingkungan dengan brtanya
f. Berani dan senang mencoba hal-hal yang baru
Minat umum pada masa ini meliputi:
a. Minat kepada agama, terbukti dari keinginan tahu anak yang besar terhadap masalah-masalah agama
b. Minat terhadap diri sendiri menjadikan anak bersikap egocentrisme,ini menunjukkan bahwa anak mulai ada kesadaran terhadap dirinya sendiri.
c. Minat terhadap seks dengan sering membicarakannya dengan teman bermain kalau tidak ada teman dewasa
d. Minat anak terhadap pakaian karena pengalaman-pengalaman dalammengenakan pakaian memperoleh pujian-pujian.
5. Masa kanak-kanak akhir (later childhood) 6-12 tahun
Ciri-cirinya:
a. Usia tidak rapih karena mereka cenderung tidak memperdulikan atau ceroboh dalam penampilan
b. Usia bertengkar karena sering terjadi pertengkaran antara anak-anak lainnya dengan anggota keluarga.
c. Masa menyulitkan karena anak-anak tidak menurut perintah lebih menuruti teman-temannya daripada orang tuanya
d. Usia sekolah dasar, karena anak masanya untuk masuk/ mengikuti pendidikan sekolah dasar.
e. Perhatian utama hidup anak masa ini tertuju pada keinginan diterima oleh teman-teman sebaya sebagai anggota kelompok
f. Anak-anak ingin menyesuaikan diri dengan standar yang disetujui kelompok dalam penampilan, berbicara dan perilaku lainnya
Secara relative anak-anak lebih mudah untuk dididik (di sekolah) dari masa sebelum dan sesudahnya nanti. Masa ini dapat dirinci menjadi dua fase, yaitu:
a. Masa kelas-kelas rendah sekolah dasar (umur 6,0-atau 7,0 sampai umur 9,0 atau 10,0)
Masa ini ditandai dengan sifat-sifat khas sebagai berikut:
- Adanya korelasi yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi sekolah
- Adanya sikap tunduk kepada peraturan-peraturan permainan yang tradisional
- Ada kecenderungan memuji diri sendiri
- Suka membanding-bandingkan dirinya dengan anak-anak lain
- Apabila anak tidak dapat menyelesaikan tugas maka tugas itudianggap tidak penting
- Bagi anak-anak umur 6,0 sampai 8,0 tahun menginginkan nilai yang baik
b.
Masa kelas-kelas tinggi sekolah dasar (umur kira-kira 9,0 atau 10,0
sampai umur 12,0 atau 13,0)
Sifat-sifat khas masa kelas-kelas tinggi sekolah dasar adalah:
- Anak tertarik perhatiannya kepada kehidupan praktis sehari-hari yang kongkrit
- Anak bersifat realistik, ingin tahu, ingin belajar, ingin bias
- Anak-anak menaruh minat kepada hal-hal dan mata pelajaran tertentu
- Anak mulai memandang nilai-nilai yang diperoleh (angka raport) sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi sekolahnya
- Anak-anak gemar membentuk kelompok-kelompok untuk bermain bertsama-sama.
Masa keserasian bersekolah ini diakhiri dengan suatu masa perkembangan yang disebut “Masa Pueral”, masa ini sering disebut masa Puber. Sifat-sifat khas masa Pueral ini adalah sebagai berikut:
a. Sikap, tingkah laku dan perbuatan anak Puer ditujukan untuk berkuasa
b. Sikap, tingkah laku dan perbuatannya juga ekstravers, mendorong dirinya untuk menyaksikan keadaan di luar dirinya
c. Menurut Kilpatrick masa ini disebut dengan masa “competitive Socialization” yaitu masa dimana anak senang bersaing atau mengadakan rivalitas
d. Anak Puer sering dijuluki sebagai “tukang jual aksi”, atau si “omong besar”
6. Masa puber (puberty) 11/12-15/16 tahun
Ciri-cirinya:
a. Haid yang pertama kali pada anak perempuan dan basah malam pada anak laki-laki.
b. Puber bagi anak perempuan adalah tiga belas tahun dan bagi anak laki-laki empat belas tahun.
c. Perubahan besarnya tubuh
d. Perubahan proporsi tubuh, Hal ini dipengaruhi oleh usia kematangan seksual
e. Perubahan pada masa Puber mempengaruhi keadaan fisik, sikap,dan perilaku. Karena akibatnya cenderung buruk, terutama selama awal masa Puber, maka masa Puber sering disebut “masa negative”.
7. Masa remaja (adolescence) 15/16-21 tahun
Masa remaja dibagi menjadi dua bagian:
1. Masa remaja awal, berlangsung hingga umur tujuh belas tahun
2. Masa remaja akhir, berlangsung hingga mencapai usia kematangan resmi secara hokum yaitu umur 21 tahun.
Ciri-cirinya:
a. Perubahan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, meninggalkan segala sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan
b. Meningkatnya emosi, perubahan emosi banyak terjadi pada awal remaja
c. Merasa ditimbuni masalah dan kesulitan remaja dalam mengatasi masalah individuasi yaitu kesulitan dalam mewujudkan dirinya sebagai seorang yang dewasa
d. Mencari dan menemukan identitas dirinya sendiri
e. Usia yang menimbulkan ketakutan karena anggapan masyarakat terhadap remaja bahwa remaja anak-anak yang tidak rapih, yang tidak dapat dipercaya, tidak bertanggung jawab dsb.
f. Remaja cenderung untuk memandang kehidupan atau melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana yang ia inginkan dan bukan sebagaimana adanya
8. Masa dewasa awal (early adulthood) 21-40 tahun
Adalah masa pencaharian kemantapan dan masa reproduktif yaitu masa yang penuh dengan masalah dan ketegangan emosional, periode isolasi, periode komitmen dan masa ketergantungan, perubahan nilai-nilai, kreatifitas dan penyesuaian diri pada pola hidup yang baru.
Ciri-cirinya:
a. Memainkan peran baru seperti peran suami/ istri, orang tua, pencari nafkah dll.
b. Apabila mereka menemui kesulitan mereka ragu-ragu untuk meminta pertolongan dan nasehat orang lain karena enggan kalau dianggap belum dewasa
c. Perhatian terhadap penampilan, pakaian, tat arias dan lambing-lambang kedewasaan
d. Kegiatan sosial sering dibatasi oleh berbagai tekanan pekerjaan dan keluarga, sehingga hubungan dengan teman-teman kelompok sebaya masa remaja menjadi renggang.
9. Masa dewasa madya (middle adulthood) 40-60 tahun
Ciri-cirinya:
a. Periode yang ditakuti dilihat dari seluruh kehidupan manusia, orang-orang dewasa tidak akan mengakui bahwa mereka mencapai usia tersebut
b. Masa transisi dimana pria dan wanita mennggalkan ciri-ciri jasmani dan perilaku masa dewasanya dan memasuki kehidupan dengan cirri-ciri jasmani dan perilaku yang baru
c. Perhatian terhadap agama lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya
d. Penyesuaian diri terhadap pekerjaan sangat pelik karena dipengaruhi oleh sikap sosial yang tidak menyenangkan, keharusan pensiun, dll.
e. Mempersiapkan diri dalam mendekati masa pensiun.
10. Masa usia lanjut (later adulthood) 60 tahun keatas
Ciri-cirinya:
a. Ketuaan yang bersifat fisik mendahului ketuaan psikologis yang merupakan kejadian yang bersifat umum
b. Meningkatnya ketergantungan fisik dan ekonomi pada orang lain
c. Perubahan yang menyangkut kemampuan motorik, perubahan fisik, fungsi psikologis, system saraf, penampilan dan kemampuan seks
d. Keterkaitan terhadap agama bertambah dan sering dipusatkan pada masalah tentang kematian
e. Banyak bahaya fisik seperti penyakitan, gigi banyak yang tanggal, hilangnya kemampuan seksual
f. Bahaya yang bersifat psikologis meliputi perasaan rendah diri, perasaan tak berguna, perasaan tidak enak akibat perubahaan fisik, perasaan bersalah karena menganggur
6. Menurut Piaget
No. Periode Usia Deskripsi Perkembangan
1. Sensorimotor 0-2 tahun Pengetahuan anak diperoleh melalui interaksi fisik, baik dengan orang lain/objek(benda), skema-skemanya baru berbentuk refleks-refleks sederhana, seperti : menggenggam/mengisap
2. Praoperasional 2-6 tahun Anak mulai menggunakan simbol-simbol untuk merepresentasi dunia (lingkungan) secara kognitif. Simbol-simbol itu seperti kata-kata & bilangan yang dapat menggantikan objek, peristiwa & kegiatan (tingkah laku yang tampak)
3. Operasi konkret 6-1 tahun Anak sudah dapat membentuk operasi-operasi mental atas pengetahuan yang mereka miliki. Mereka dapat menambah,mengurangi & mengubah. Operasi ini memungkinkannya untuk dapat memecahkan masalah secara logis.
4. Operasi formal 11 tahun-dewasa Periode ini merupakan operasi mental tingkat tinggi. Disini, anak (remaja) sudah dapat berinteraksi dengan peristiwa-peristiwa hipotesis/ abstrak, tidak hanya dengan objek-objek konkret. Remaja sudah dapat berpikir untuk memecahkan masalah melalui penggunaan alternatif yang ada.
Sifat-sifat khas masa kelas-kelas tinggi sekolah dasar adalah:
- Anak tertarik perhatiannya kepada kehidupan praktis sehari-hari yang kongkrit
- Anak bersifat realistik, ingin tahu, ingin belajar, ingin bias
- Anak-anak menaruh minat kepada hal-hal dan mata pelajaran tertentu
- Anak mulai memandang nilai-nilai yang diperoleh (angka raport) sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi sekolahnya
- Anak-anak gemar membentuk kelompok-kelompok untuk bermain bertsama-sama.
Masa keserasian bersekolah ini diakhiri dengan suatu masa perkembangan yang disebut “Masa Pueral”, masa ini sering disebut masa Puber. Sifat-sifat khas masa Pueral ini adalah sebagai berikut:
a. Sikap, tingkah laku dan perbuatan anak Puer ditujukan untuk berkuasa
b. Sikap, tingkah laku dan perbuatannya juga ekstravers, mendorong dirinya untuk menyaksikan keadaan di luar dirinya
c. Menurut Kilpatrick masa ini disebut dengan masa “competitive Socialization” yaitu masa dimana anak senang bersaing atau mengadakan rivalitas
d. Anak Puer sering dijuluki sebagai “tukang jual aksi”, atau si “omong besar”
6. Masa puber (puberty) 11/12-15/16 tahun
Ciri-cirinya:
a. Haid yang pertama kali pada anak perempuan dan basah malam pada anak laki-laki.
b. Puber bagi anak perempuan adalah tiga belas tahun dan bagi anak laki-laki empat belas tahun.
c. Perubahan besarnya tubuh
d. Perubahan proporsi tubuh, Hal ini dipengaruhi oleh usia kematangan seksual
e. Perubahan pada masa Puber mempengaruhi keadaan fisik, sikap,dan perilaku. Karena akibatnya cenderung buruk, terutama selama awal masa Puber, maka masa Puber sering disebut “masa negative”.
7. Masa remaja (adolescence) 15/16-21 tahun
Masa remaja dibagi menjadi dua bagian:
1. Masa remaja awal, berlangsung hingga umur tujuh belas tahun
2. Masa remaja akhir, berlangsung hingga mencapai usia kematangan resmi secara hokum yaitu umur 21 tahun.
Ciri-cirinya:
a. Perubahan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, meninggalkan segala sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan
b. Meningkatnya emosi, perubahan emosi banyak terjadi pada awal remaja
c. Merasa ditimbuni masalah dan kesulitan remaja dalam mengatasi masalah individuasi yaitu kesulitan dalam mewujudkan dirinya sebagai seorang yang dewasa
d. Mencari dan menemukan identitas dirinya sendiri
e. Usia yang menimbulkan ketakutan karena anggapan masyarakat terhadap remaja bahwa remaja anak-anak yang tidak rapih, yang tidak dapat dipercaya, tidak bertanggung jawab dsb.
f. Remaja cenderung untuk memandang kehidupan atau melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana yang ia inginkan dan bukan sebagaimana adanya
8. Masa dewasa awal (early adulthood) 21-40 tahun
Adalah masa pencaharian kemantapan dan masa reproduktif yaitu masa yang penuh dengan masalah dan ketegangan emosional, periode isolasi, periode komitmen dan masa ketergantungan, perubahan nilai-nilai, kreatifitas dan penyesuaian diri pada pola hidup yang baru.
Ciri-cirinya:
a. Memainkan peran baru seperti peran suami/ istri, orang tua, pencari nafkah dll.
b. Apabila mereka menemui kesulitan mereka ragu-ragu untuk meminta pertolongan dan nasehat orang lain karena enggan kalau dianggap belum dewasa
c. Perhatian terhadap penampilan, pakaian, tat arias dan lambing-lambang kedewasaan
d. Kegiatan sosial sering dibatasi oleh berbagai tekanan pekerjaan dan keluarga, sehingga hubungan dengan teman-teman kelompok sebaya masa remaja menjadi renggang.
9. Masa dewasa madya (middle adulthood) 40-60 tahun
Ciri-cirinya:
a. Periode yang ditakuti dilihat dari seluruh kehidupan manusia, orang-orang dewasa tidak akan mengakui bahwa mereka mencapai usia tersebut
b. Masa transisi dimana pria dan wanita mennggalkan ciri-ciri jasmani dan perilaku masa dewasanya dan memasuki kehidupan dengan cirri-ciri jasmani dan perilaku yang baru
c. Perhatian terhadap agama lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya
d. Penyesuaian diri terhadap pekerjaan sangat pelik karena dipengaruhi oleh sikap sosial yang tidak menyenangkan, keharusan pensiun, dll.
e. Mempersiapkan diri dalam mendekati masa pensiun.
10. Masa usia lanjut (later adulthood) 60 tahun keatas
Ciri-cirinya:
a. Ketuaan yang bersifat fisik mendahului ketuaan psikologis yang merupakan kejadian yang bersifat umum
b. Meningkatnya ketergantungan fisik dan ekonomi pada orang lain
c. Perubahan yang menyangkut kemampuan motorik, perubahan fisik, fungsi psikologis, system saraf, penampilan dan kemampuan seks
d. Keterkaitan terhadap agama bertambah dan sering dipusatkan pada masalah tentang kematian
e. Banyak bahaya fisik seperti penyakitan, gigi banyak yang tanggal, hilangnya kemampuan seksual
f. Bahaya yang bersifat psikologis meliputi perasaan rendah diri, perasaan tak berguna, perasaan tidak enak akibat perubahaan fisik, perasaan bersalah karena menganggur
6. Menurut Piaget
No. Periode Usia Deskripsi Perkembangan
1. Sensorimotor 0-2 tahun Pengetahuan anak diperoleh melalui interaksi fisik, baik dengan orang lain/objek(benda), skema-skemanya baru berbentuk refleks-refleks sederhana, seperti : menggenggam/mengisap
2. Praoperasional 2-6 tahun Anak mulai menggunakan simbol-simbol untuk merepresentasi dunia (lingkungan) secara kognitif. Simbol-simbol itu seperti kata-kata & bilangan yang dapat menggantikan objek, peristiwa & kegiatan (tingkah laku yang tampak)
3. Operasi konkret 6-1 tahun Anak sudah dapat membentuk operasi-operasi mental atas pengetahuan yang mereka miliki. Mereka dapat menambah,mengurangi & mengubah. Operasi ini memungkinkannya untuk dapat memecahkan masalah secara logis.
4. Operasi formal 11 tahun-dewasa Periode ini merupakan operasi mental tingkat tinggi. Disini, anak (remaja) sudah dapat berinteraksi dengan peristiwa-peristiwa hipotesis/ abstrak, tidak hanya dengan objek-objek konkret. Remaja sudah dapat berpikir untuk memecahkan masalah melalui penggunaan alternatif yang ada.
SUMBER :
1. Faktor Genetik (Keturunan)
Faktor ini merupakan factor utama yang dimiliki oleh
seorang manusia dalam awal pertumbuhannya. Faktor ini sangat berpengaruh dalam
proses pertumbuhannya dari bayi sampai dewasa. Biasanya factor genetic ini
susah untuk diubah, karena sudah terbentuk dan melekat pada si manusia sejak
mereka lahir. Dan sekalipun bisa diubah itu memerlukan waktu yang cukup lama
untuk mengubahnya. Contoh factor-faktor genetic manusia ; postur tubuh, warna
rambut, warna kulit, sifat, tempramen dan lain-lain.
2. Faktor Asupan
2. Faktor Asupan
Faktor ini juga mempengaruhi dalam proses
pertumbuhan manusia. Dengan pemberian asupan seperti
makanan,vitamin,buah-buahah,sayuran,dll secara teratur dalam proses
pertumbuhannya maka akan terbentuklah manusia yang sehat, baik sehat fisik dan
sehat psikis. Asupan juga berpengaruh dengan cara berfikir, pertumbuhan badan,
dan lain-lain.
3. Faktor Lingkungan
3. Faktor Lingkungan
Setelah kedua factor diatas telah dilewati segeralah
anda mengetahui factor yang satu ini, factor lingkungan merupakan cara
pembelajaran para manusia dalam pembangunan karakter secara alamiah dengan kata
lain proses belajarnya secara otomatis. Maka dengan itu lingkungan berpengaruh
dalam pembangunan sifat dan karakter mereka. Apabila factor gen dan asupan
mereka telah terpenuhi dengan baik tetapi ia bergaul dan hidup dilingkungan
yang salah (tidak baik) maka akan menghasilkan manusia yang tidak baik pula.
Sedangkan faktor pertumbuhan organisme pada manusia,
diantaranya yaitu:
1. Faktor sebelum lahir
Misalnya peristiwa kekurangan nutrisi pada ibu dan janin, janin terkena virus, keracunan sewaktu bayi ada dalam kandungan, terkena infeksi oleh bakteri virus dan lain-lain
1. Faktor sebelum lahir
Misalnya peristiwa kekurangan nutrisi pada ibu dan janin, janin terkena virus, keracunan sewaktu bayi ada dalam kandungan, terkena infeksi oleh bakteri virus dan lain-lain
2. Faktor ketika lahir
Antara lain : pendaran pada bagian kepala bayi yang disebabkanoleh tekanan dari dinding rahim ibu sewaktu ia dilahirkan.
Antara lain : pendaran pada bagian kepala bayi yang disebabkanoleh tekanan dari dinding rahim ibu sewaktu ia dilahirkan.
3. Faktor sesudah lahir
Antar lain: pengalaman traumatik pada kepala, kepala bagian dalam terluka, kepala terpukul atau mengalami serangan sinar matahari.
Antar lain: pengalaman traumatik pada kepala, kepala bagian dalam terluka, kepala terpukul atau mengalami serangan sinar matahari.
4. Faktor psikologis
Misalnya bayi yang ditinggal ibu, ayah atau kedua orangtuanya. Sebab lain ialah dibesarkan didalam institusional sehingga kurang mendapat perawatan jasmaniah dan cinta kasih. Anak-anak tersebut kemungkinan besar mengalami kehampaan jiwa, sehingga mengakibatkan kelambatan pertumbuhan fungsi jasmani dan rohani terutama perkembangan inteligensi dan emosi.
2.
FUNGSI KELUARGA
♥ DEFINISI FUNGSI
KELUARGA
Keluarga
merupakan bagian masyarakat yang fundamental bagi kehidupan pembentukan
kepribadian anak manusia. Hal ini diungkapkan Syarief Muhidin (1981:52) yang
mengemukakan bahwa : “Tidak ada satupun lembaga kemasyarakatan yang lebih
efektif di dalam membentuk keperibadian anak selain keluarga. Keluarga tidak
hanya membentuk anak secara fisik tetapi juga berpengaruh secara psikologis”.
Pendapat
diatas dapat dimungkinkan karena keluarga merupakan lingkungan pertam dan utama
bagi seorang anak manusia, di dalam keluarga seorang anak dibesarkan,
mempelajari cara-cara pergaulan yang akan dikembangkannya kelak di lingkungan
kehidupan sosial yang ada di luar keluarga. Dengan perkataan lain di dalam
keluarga seorang anak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, baik kebutuhan
fisik, psikis maupun sosial, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan
baik. Disamping itu pula seorang anak memperoleh pendidikan yang berkenaan
dengan nilai-nilai maupun norma-norma yang ada dan berlaku di masyarakat
ataupun dalam keluarganya sendiri serta cara-cara untuk menyesuaikan diri
dengan lingkungannya.
Sedangkan
istilah keluarga itu sendiri memiliki beraneka ragam pngertian, salh satunya
diungkapkan oleh Paul B Houton dan Chester L Hunt (1987:267) adalah sebagai
berikut :
- Suatu kelompok yang mempunyai
nenek moyang yang sama
- Suatu kelompok kekerabatan yang
disatukan oleh darah atau perkawinan
- Pasangan perkawinan dengan atau
tanpa anak
- Pasangan tanpa nikah yang
mempunyai anak
- Satu orang dengan beberapa anak.
Suatu keluarga
setidaknya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Terdiri
dari orang-orang yang memiliki ikatan darah atau adopsi.
- Anggota
suatu keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam satu rumah dan mereka
membentuk satu rumah tangga.
- Memiliki
satu kesatuan orang-orang yang berinteraksi dan saling
berkomunikasi, yang memainkan peran suami dan istri, bapak dan ibu, anak
dan saudara.
- Mempertahankan
suatu kebudayaan bersama yang sebagian besar berasal dari kebudayaan umum
yang lebih luas.
♥ FUNGSI
KELUARGA
Terdapat 5 fungsi keluarga dalam tatanan masyarakat,
yaitu :
Fungsi
Biologis
- Untuk
meneruskan keturunan
- Memelihara
dan membesarkan anak
- Memberikan
makanan bagi keluarga dan memenuhi kebutuhan gizi
- Merawat dan
melindungi kesehatan para anggotanya
- Memberi
kesempatan untuk berekreasi
Fungsi
Psikologis
- Identitas
keluarga serta rasa aman dan kasih sayang
- Pendewasaan
kepribadian bagi para anggotanya
- Perlindungan
secara psikologis
- Mengadakan
hubungan keluarga dengan keluarga lain atau masyarakat
Fungsi
Sosial Budaya atau Sosiologi
- Meneruskan
nilai-nilai budaya
- Sosialisasi
- Pembentukan
noema-norma, tingkah laku pada tiap tahap perkembangan anak serta
kehidupan keluarga
Fungsi
Sosial
- Mencari
sumber-sumber untuk memenuhi fungsi lainnya
- Pembagian
sumber-sumber tersebut untuk pengeluaran atau tabungan
- Pengaturan
ekonomi atau keuangan
Fungsi
Pendidikan
- Penanaman
keterampilan, tingkah laku dan pengetahuan dalam hubungan dengan
fungsi-fungsi lain.
- Persiapan
untuk kehidupan dewasa.
- Memenuhi
peranan sehingga anggota keluarga yang dewasa
3. DEFINISI INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
1) Pengertian Individu
Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.
Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.
1. Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama
2. Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan
3. Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera.
4. Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok social yang sering disebut masyarakat
2) Pengertian Keluarga
Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.
Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.
1. Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama
2. Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan
3. Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera.
4. Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok social yang sering disebut masyarakat
2) Pengertian Keluarga
Ada beberapa pandangan atau anggapan mengenai keluarga.
Menurut Sigmund Freud
keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita. Lain halnya
Adler berpendapat bahwa mahligai keluarga itu dibangun berdasarkan pda hasrat
atau nafsu berkuasa.
Durkheim berpendapat bahwa keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil faktor-faktor politik , ekonomi dan keluarga.
Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan berpendapat bahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itub untuk memuliakan masing-masing anggotanya.
Durkheim berpendapat bahwa keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil faktor-faktor politik , ekonomi dan keluarga.
Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan berpendapat bahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itub untuk memuliakan masing-masing anggotanya.
3) Pengertian Masyarakat
Masyarakat merupakan salah satu satuan
sosial sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia. Istilah inggrisnya adalah society
, sedangkan masyarakat itu sendiri berasal
dari bahasa Arab Syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata
Arab masyarakat berarti saling bergaul yang istilah ilmiahnya berinteraksi.
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.
Ada beberapa pengertian masyarakat :
a. Menurut Selo Sumarjan (1974) masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang
menghasilkan kebudayaan
b. Menurut Koentjaraningrat (1994) masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi
menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas yang sama.
c. Menurut Ralph Linton (1968) masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial.
d. Menurut Karl Marx, masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi
e. Menurut Emile Durkheim, masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
f. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt, masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut
Tatanan kehidupan, norma-norma yang mereka miliki itulah yang dapat menjadi dasar kehidupan sosial dalam lingkungan mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas.
4. HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA & MASYARAKAT
Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup
berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Allah S.W.T di dalam dirinya
selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan
rukun.
Individu
dengan keluarga, hubungan ini sangatlah mutlak.
Dikarenakan individu terlahir dari keluarga, tumbuh dan berkembang dalam keluarga
yang suatu saat individu ini akan membentuk keluarganya sendiri. Peran individu
dalam keluarga merupakan resultan dari relasi biologis, psikologis dan sosial.
Relasi khusus ini mencangkup kebudayaan lingkungan keluarga yang dinyatakan
melalui bahasa (adat-istiadat, kebiasaan, norma-norma, dan nilai-nilai
agama).
Individu
dengan masyarakat, hubungan ini adalah tahap
selanjutnya dari seseorang yang telah mempelajari cara berinteraksi yang telah
diajarkan dalam keluarga. Dalam hal ini, individu memasuki suatu ruang lingkup
yang sangat luas karena terdapat individu yang berbeda dan berasal dari
berbagai daerah/komunitas. Masyarakat itu bersifat makro. Sifat makro diperoleh
dari kenyataan, bahwa masyarakat pada hakiaktnya terdiri dari sekian banyak komunias
yang berbeda, sekaligus mencakup berbagai macam keluarga, lembaga dan individu
– individu.
Menurut saya, terkadang adapula
hubungan yang terjadi antara Individu dengan Keluarga atau Masyarakat seperti
contoh dibawah ini :
>Bersifat Positif
Individu dengan Keluarga
- Saling menutupi kekurangan antar anggota keluarga
- Saling membantu untuk mempertahankan keharmonisan keluarga
- Saling melindungi dan memberikan kasih sayang ke keluarga
Individu dengan Masyarakat
- Saling gotong royong
- Ikut serta dalam membantu orang yang terkena musibah
- Ikut serta dalam menjaga lingkungan
>Bersifat Negatif
Individu dengan Keluarga
- Memaksakan kehendak/keinginan sendiri
- Melakukan kekerasan dalam keluarga
- Tidak peduli bila ada anggota keluarga minta bantuan
Individu dengan Masyarakat
- Melakukan tindakan kriminal
- Perkelahian antar kelompok
- Tidak mempedulikan kelompok lain dan hanya mementingkan kelompok sendiri untuk keuntungan pribadi
>Bersifat Positif
Individu dengan Keluarga
- Saling menutupi kekurangan antar anggota keluarga
- Saling membantu untuk mempertahankan keharmonisan keluarga
- Saling melindungi dan memberikan kasih sayang ke keluarga
Individu dengan Masyarakat
- Saling gotong royong
- Ikut serta dalam membantu orang yang terkena musibah
- Ikut serta dalam menjaga lingkungan
>Bersifat Negatif
Individu dengan Keluarga
- Memaksakan kehendak/keinginan sendiri
- Melakukan kekerasan dalam keluarga
- Tidak peduli bila ada anggota keluarga minta bantuan
Individu dengan Masyarakat
- Melakukan tindakan kriminal
- Perkelahian antar kelompok
- Tidak mempedulikan kelompok lain dan hanya mementingkan kelompok sendiri untuk keuntungan pribadi