TUGAS 3 IBD
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
- Pandangan Hidup
Pandangan hidup merupakan sesuatu yang sulit
untuk dikatakan, sebab kadang-kadang pandangan hidup hanya merupakan suatu
idealisme belaka yang mengikuti kebiasaan berpikir didalam masyarakat.
Pandangan hidup juga bisa diimplementasikan sebagai hasil-hasil pemikiran
manusia berdasarkan pengalaman, fakta, dan sikap meyakini sesuatu yang
diringkas sebagai pegangan, pedoman, petunjuk, atau arahan.
Pandangan hidup sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau
negara. Segala perbuatan, sikap, dan aturan yang diwujudkan dalam berbagai
bentuk, merupakan refleksi dari pandangan hidup yang telah dirumuskan.
Pandangan hidup sering disebut filsafat hidup. Filsafat hidup sendiri
diarti-konkritkan sebagai kecintaan atau kebenaran yang bisa dicapai oleh
siapapun. Maka dari itu, pandangan hidup dengan hakikat bisa dicapai oleh
siapapun itu, sangat diperlukan oleh tiap manusia. Pandangan hidup tiap orang
bisa berbeda bisa juga sama. Dari situ terdapat pengklasifikasian tentang asal
dari pandangan hidup tersebut, sebagai berikut:
a. Pandangan hidup berasal dari agama merupakan pandangan hidup yang mutlak
kebenarannya
b. Pandangan hidup ideologi merupakan pandangan hidup yang disesuaikan dengan
kebudayaan dan norma negara tersebut.
c. Pandangan hidup hasil renungan merupakan
pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Pandangan hidup pada dasarnya memiliki unsur-unsur, yaitu cita-cita, kebajikan,
usaha, keyakinan. Cita-cita adalah sesuatu yang ingin digapai oleh manusia
melalui usaha. Kebajikan dalam hal ini, adalah nilai yang menjadi patokan usaha
yang harus ditempuh untuk menggapai cita-cita. Usaha adalah hal-hal yang
diupayakan sebaik mungkin untuk menggapai cita-cita yang harus dilandasi oleh
keyakinan . Keyakinan diukur dengan daya pikir akal, jasmani, dan sikap maupun
rasa kepada Tuhan. Hal ini yang mencirikan bahwa unsur-unsur pandangan hidup di
atas saling berkaitan.
Setiap orang, baik dari tingkatan yang paling rendah sampai dengan tingkatan
yang paling tinggi, mempunyai cita-cita hidup. Hanya kadar cita-citanya sajalah
yang berbeda. Bagi orang yang kurang kuat imannya ataupun kurang luas
wawasannya, apabila gagal mencapai cita-cita, tindakannya biasanya mengarah
pada hal-hal yang bersifat negative. Suatu ironi memang, bila manusia sedang
dalam keadaan senang, bahagia, serta kecukupan, mereka lupa akan pandangan
hidup yang diikutinya dan berkurang rasa pengabdiannya kepada Sang Pencipta.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :
a. Kurangnya penghayatan pandangan hidup yang diyakini.
b. Kurangnya keyakinan pandangan hidupnya.
c. Kurang memahami nilai dan tuntutan yang terkandung dalam pandangan hidupnya.
d.Kurang mampu mengatasi keadaan sehingga lupa pada tuntutan hidup yang ada
dalam pandangan hidupnya.
e. Sengaja melupakannya demi kebutuhan diri sendiri.
Di sinilah peranan pandangan hidup seseorang. Pandangan hidup yang teguh
merupakan pelindung seseorang. Dengan memegang teguh pandangan hidup yang
diyakini, seseorang tidak akan bertindak sesuka hatinya. Ia tidak akan gegabah
bila menghadapi masalah, hambatan, tantangan dan gangguan, serta kesulitan yang
dihadapinya.
Sebagai tambahan, apabila pandangan hidup tesebut diterima oleh sekelompok
orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka pandangan hidup tersebut akan
menjadi ideologi. Dan jika itu berkembang lagi, hingga lingkup kerakyatan atau
negara maka disebut ideologi negara.
a.
Nilai-nilai
b.
Norma-norma
CITA-CITA
Suatu keinginan manusia dimasa mendatang yang untuk mencapainya maka
manusia bekerja keras. Cita – cita membua manusia lebih bersemangat dalam
menjalani hidupnya, sebagian orang memiliki cita-cita untuk diri sendiri, juga
untuk orang-orang terbaik dalam hidupnya, missal seperti cita-cita anak untuk
membahagiakan orang tuanya.
3 Kategori Keadaan Hati Seseorang
-
Keras
Manusia tipe seperti ini bersifat keras
kepala, apa yang menjadi keinginannya harus dia dapatkan, untuk mencapai
keinginannya , manusia tipe ini akan sangat bekerja keras, optimis, pantang
menyerah, bahkan kadang terlalu bersemangat. Dalam hatinya selalu ada rasa
untuk mengambil segala kesempatan. Sisi negatifnya kadang dia tidak peduli
sekitar, dan lupa bahwa tidak semua keinginan bisa dia miliki.
-
Lunak
Seseorang yang berhati lembut, berjuang untuk
meraih cita-citanya dengan berusaha pelan tapi pasti. Tidak terlalu optimis,
tapi dia sadar bahwa setiap manusia punya kesempatan, selama dia mau berusaha. Manusia
tipe seperti ini akan sangat bahagia bila cita-citanya tercapai , tapi tidak
terlalu menyesal kalau memang tidak tercapai, setidaknya dia sudah berusaha,
dan lebih berpikir Tuhan tidak mengijinkan dia mendapatkan apa yang dia mau.
-
Lemah
Cenderung pesimis, selalu melewatkan
kesempatan , selalu takut akan kemajuan. Dia tahu dia mampu tapi kalah dengan
rasa takutnya.
KEBAJIKAN DAN HUBUNGANNYA TERHADAP TINDAKAN
MORAL
KEBAJIKAN ATAU
KEBAIKAN
Kebajikan atau kebaikan pada hakikatnya adalah perbuatan moral, perbuatan yang
sesuai dengan norma-norma agama atau etika. Manusia berbuat baik, karena
menurut kodratnya manusia itu baik dan makhluk bermoral. Dia adalah seorang
individu yang utuh, terdiri atas jiwa dan raga. Dia memiliki hati yang pada
hakikatnya lagi, memihak pada kebenaran dan selalu mengeluarkan pendapat sendiri
tentang pribadinya, perasaannya, cita-citanya, dan hal-hal lainnya. Dari yang
dirasakan manusia tersebut, manusia cenderung lebih memihak pada kebaikan untuk
dirinya sendiri. Inilah yang membuat sebagian manusia ‘terpilah’ menjadi
manusia egois, yang seringkali seperti tidak mengenal kebajikan. Untuk melihat
apa itu kebajikan, kita harus melihat dari 3 segi, yaitu :
a. Manusia sebagai pribadi, yang menentukan baik-buruknya adalah suara hati.
b. Manusia sebagai anggota masyarakat atau makhluk sosial, manusia hidup
bermasyarakat,
saling membutuhkan, saling menolong, dan
saling menghargai anggota masyarakat
c. Manusia sebagai makhluk Tuhan
Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya. Karena
tingkah laku bersumber dari pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah
laku sendiri-sendiri.
Terdapat tiga hal yang menjadi faktor yang
mungkin dapat menjadikan seorang individu memiliki sikap tertentu, yaitu:
a.Pembawaan (hereditas) , sesuatu yang diturunkan dari orang tua pada anaknya.
b.Lingkungan, merupakan alam kedua yang melingkupi manusia dan di situ manusia
baru akan terdidik dengan sendirinya agar bisa melanjutkan hidup.
c.Pengalaman, merupakan segala sifat dari keadaan-keadaan, baik itu manis
ataupun pahit yang dirasakan dan cenderung sering terbesit di pikiran manusia.
HUBUNGAN SALING MENOLONG DAN SALING CURIGA
Untuk mengetahui suatu kebajikan, kita
melihat tiga segi, jelaskanlah tentang:
a) Manusia sebagai pribadi.
Berbicara
mengenai manusia bukanlah sesuatu yang mudah dan sederhana untuk
dibicarakan, karna manusia banyak memiliki keunikannya maka keunikan
tersebut dinyatakan sebagai kodrat manusia, ataupun sebaliknya, begitu banyak
permasalahan yang ditimbulkannya maka permasalahan merupakan masalah sekaligus
manusia mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul dalam berbagai
kehidupan. Manusia sulit difahami dan dimengerti secara menyeluruh tetapi juga
manusia mempunyai banyak kekuatan-kekuatan spiritual yang mendorong seseorang
mampu bekerja dan mengembangkan pribadinya secara mandiri.
Arti pribadi menurut lughah adalah mandiri, sendiri. Dan arti pribadi menurut
istilah ialah manusia mandiri dalam menentukan kehendaknya, menentukan sendiri
setiap perbuatannya dalam pencapaian kehendaknya.
Allah
Yang Maha Kuasa telah memberikan akal budi, manusia tahu apa yang harus
dilakukannya, mengapa harus melakukannya, karena manusia adalah mahluk hidup,
yang mampu memberdayakan akal budinya, maka manusia mempunyai berbagai
kemampuan, mampu berfikir, berkreasi, berinovasi ,memberdayakan kekuatannya
sehingga manusia tidak pernah berhenti untuk berkembang dalam mengembangkan
dirinya sebagai suatu upaya dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya dalam
mengaktualisasikan sebagai indifidu.
Berkaitan
dengan hal tersebut Abraham Maslow dalam salah satu teorinya menyatakan
“Manusia banyak mempunyai kebutuhan,dan kebutuhan itu menyangkut kebutuhan akan
kekuatan,lahir bathin, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan menjadi anggota
kelompok, kebutuhan ego, serta kebutuhan untuk mengembangkan dan
mengaktualisasikan dirinya”
Maka, manusia dalam mengaktualisasikan dirinya secara nandiri, dibutuhkan suatu
proses pembelajaran beserta latihan yang terus-menerus dalam meraih
perestasinya yang mengarah kepada sesuatu yang menjadi visi dan misi
hidupnya masing-masing. Tetapi sering kali manusia dalam mengembangkan
dirinya sering kali dihanyutkan dan dihempaskan oleh berbagai realita nyata
yang ada disekitarnya apakah itu berupa cobaan, kegagalan ,hambatan rintangan,
persaingan dsb. Artinya manusia akan menemukan berbagai kendala dalam menuai
jati dirinya dan tidak selalu mulus, dan kendala-kendala ini harus kita hadapi
dengan mencari berbagai terobosan, mengetahui akar permasalahannya, dan dicari
jalan penyelesaiannya , sehingga akan menjawab semua tantangan dan rintangan
yang dihadapi manusia sebagai nyata upaya pembelajaran diri, manusia tanpa
mengalami proses pembelajaran diri , manusia akan sulit menjadi manusia
mandiri.
Kecenderungan manusia dalam merubah sebagai pribadi mandiri, sering kali pada
kenyataannya menjadi lain, hal itupun sebagai suatu proses pembentukan
kepribadiannya.
Pada dasarnya pembentukan kepribadian adalah suatu proses pembelajaran
dalam diri yang selalu melekat dan tak akan pernah berakhir kecuali
berakhirnya dengan kematian.
Proses
pembentukan diri melibatkan manusia secara keseluruhan dalam masa sejarah
kehidupan pribadi yang merupakan kegiatan masa lampai maupun kegiatan dimasa
mendatang. Kemudian terbentuknya individu dan kegiatan individu tidak
ditentukan oleh pengalamannya saja tetapi ada proses interaksi antasa individu
dengan lingkungan disekitarnya, dalam hal ini individu sebagai subjek dalam
nengelola pengalamannya, bahkan memiliki berbagai pengalamannya. Dan manusia
dengan pengalamannya mampu berinteraksi sebagai mahkuk social, manusia
terpanggil untuk mengembangkan dirinya, bertafakur dengan dirinya, melakukan
dialog secara terus-menerus dengan lingkungan, dan saling berinteraksi untuk
menggapai kualitas pribadi. Manusia berupaya mendakwakan dirinya untuk
beraktualisasi dalam lingkungan sosialnya dengan menampilkan tahap demi
tahap dari perkembangan kepribadian yang mantap dan harmonis sebagai wujud
manusia yang mempunyai totalitas.
Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia, yang mengikat dalam karakter
bangsa Indonesia sehingga setiap pribadi harus menjadi bangsa yang
mandiri dan berkepribadia sesuai dengan falsafah kita. Keberadaan manusia
dimuka bumi ini, ditakdirkan untuk mengisi kehidupan alam ini,
pengelolaan dan pengaturannya harus dengan sebaik-baiknya tanpa
merusaknya .
Menurut
agama Islam khususnya, Allah membuat dua pilihan untuk manusia yaitu kemudahan
menuju jalan yang baik dan kemudahan menuju kepada jalan yang tidak baik, Iman
dan taqwalah inilah yang akan menjadi pribadi mandiri dan mampu memilih jalan
yang benar.
b) Manusia sebagai anggota masyarakat.
Masyarakat timbul dari kumpulan
individu yang telah cukup lama hidup dan berkejasama.
Kelompok manusi ayang dimaksud,belum
mengalami proses fundamental :
- Adaptasi dan organisasi dari tingkah laku anggotanya.
- Timbul perasaan berkelompok secara lambat laun atau
bertahap.
Proses ini biasanya terjadi tanpa
disadari oleh semua anggota kelompok dalam trial and error.
Pengertian masyarakat dalam arti
luas adalah keseluruhan hubungan dalam hidup bersama tidak dibatasi oleh
lingkungan,bangsa, dan sebagainya. Dalam arti sempit, sekelompok orang yang
dibatasi aspek tertentu seperti territorial, bangsa, golongan dan sebagainya.
Dapat diambil kesimpulan bahwa
masyarakat harus mempunyai syarat sebagai berikut:
- Harus ada sekumpulan banyak manusia
- Bertempat tinggal disuatu tempat atau daerah tertentu
dalam waktu yang sangat lama
- Adanya aturan atau undang-undang yang dapat membatasi
atau mengatur mereka sesuai dengan tujuan dan kepentingan bersama
Didalam hubungan sekelompok manusia
yang paling penting adalah reaksi dari hungan tersebut, apakah mereka bisa
menerima dan mentaati aturan tersebut atau tidak. Reaksi ini dapat membuat
hubungan manusia bertambah luas.
Manusia sejak lahir mempunyai 2
hasrat atau keinginan yaitu:
Untuk menjadi satu dengan manusia
lain di lingkungan sekitarnya yaitu masyarakat
Untuk menjadi satu dengan suasana
sekelilingnya.
Untuk dapat menyesuaikan
diri,manusia menggunakan pikiran, akal, dan logikanya untuk menghadapi hambatan
hidup dan memenuhi kebutuhannya.
Faktor yang membuat manusia hidup
berkelompok, yaitu:
- Dorongan untuk memudahkan dalam mencari makan
- Dorongan untuk mempertahankan diri dari ancaman luar
dan beradaptasi dengan alam
- Dorongan untuk mempertahankan jenisnya
Suatu himpunan manusia supaya
merupakan kelompok sosial harus memenuhi syarat-syarat, antara lain:
· Setiap anggota harus sadar bahwa ia merupakan bagian dari
kelompoknya
· Ada hubungan timbal antara anggotanya
· Memiliki faktor yang sama seperti tujuan, kepentingan,
kepercayaan atau ideologi, dan nasib yang sama
Jadi masyarakat dibentuk oleh
individu yang beradab dalam keadaan sadar. Sedangkan untuk individu yang hilang
ingatan, pikiran dan mental terganggu merupakan individu yang tidak dapat
menjadi anggota masyarakat permanen melainkan hanya bergantung atau mengikat
dirinya dengan individu lain.
Membentuk satu kesatuan dapat
disebut individu sebagai anggota masyarakat.
Kita dapat membedakan antara
individu sebagai perseorangan dan individu sebagai makhluk sosial. Individu
perseorangan berarti individu tidak sedang berhubungan dengan individu lainnya
atau memutuskan hubungannya dengan lingkungan sekitar khususnya
masyarakat.
Individu sebagai makhluk sosial
berarti individu tersebut sedang berhubungan dengan individu lain atau dengan
lingkungan sekitarnya dalam hal ini masyarakat. Manusia dengan sadar
menghubungkan tingkah laku dan perbuatannya dengan individu lain yang akhirnya
terbentuklah suatu kelompok yang besar dan apabila kelompok tersebut berjalan
dengan stabil maka itulah yang kita sebut dengan masyarakat.
Kita telah membedakan antara idividu
menjadi individu perseorangan dan individu makhluk sosial,tetapi pada kodratnya
manusia merupakan makhluk sosial bukan makhluk individual.
c) Manusia sebagai makhluk Tuhan.
Apabila manusia di tinjau dari
berbagai pandangan agama,Saya,mungkin juga Anda,memahami manusia sebagai
berikut:
Pertama,dalam Agama Hindu manusia di
dunia ini di taqdirkan lahir menurut kasta-kasta tertentu dan seluruh
kehidupanya di perintahi oleh peraturan yang kaku(their whole life is governed
by rigid rules)
a. Brahma, yaitu golongan pendeta
yang sederajat walau pun tidak melebihi dari pada tuhan_tuhan.
b. Kesatria, yaitu golongan yang
memerintah dan pahlawan_pahlawan.
C. Kasta waisya, yaitu golongan tani
dan saudagar.
d. Kasta Sudra yaitu golongan budak.
Menurut pandangan hindu
ortodox,semua hindu yang termasuk dalam golongan ke empat ini dan manusia lain
yang tidak memeluk kepercayaan hindu dianggap manusia
yang"untouchables"(tidak boleh di pegang.
Kedua, agama budha tidak memandang
manusia dalam kasta_kasta,tapi prinsip doktrin agama ini meniadakan bagi
manusia kesenangan dan keni'matan duniawi.tujuan hidup manusia,ialah mencari
nirwana,dalam hal ini roh harus mengalami reingkarnasi (tanasukh).reingkarnasi
berarti perpindahan roh manusia dari satu tubuh ke lain tubuh dan hidup
kembali.Roh manusia yang mati, baru akan sampai kepada derajat nirwana apabila
roh itu telah cukup kesuciannya.
Ketiga,agama Syinto dalam
kepercayaanya menganggap Raja Sebagai wakil Tuhan di bumi,karena Dewa telah
bersemayam dalam jiwa Raja.Siapa yang durhaka kepada Raja berarti durhaka
terhadap Tuhan.Karena itu taat kepada Raja berarti taat kepada Tuhan.Maka mati
dalam menjalankan perintah Raja berati mati di jalan Tuhan,hukumnya mati suci.
Keempat,Agam Nashrani.Konsep
kepercayaan agama Nashrani menganggap bahwa manusia lahir ke dunia ini dengan
dosa.Mereka mewarisi dosa asal dari Adam yang pernah durhaka.Karenanya Yesus
Kristus telah sengaja turun dari sorga dan masuk ke dalam dunia ini untuk di
salib sebagai tebusan terhadap dosa-dosa manusia.Karenya Yesus Kristus di
anggap sebagai "Juru Selamat".Keselamatan manusia hanyalah tergantung
atas iman pada penyaliban Yesus,walaupun CUKUP DENGAN PERCAYA SAJA ATAS
PENYALIBAN ITU.
#berbeda dengan "Christian
Science",di Indonesia ia tidak menjadi anggota Dewan Gereja
Indonesia,karena gerejanya langsung di pimpim oleh gereja induk di Boston
A.S.Ajaran-ajarannya pun berbeda.Gereja ini menolak kultus individu terhadap
Yesus Kristus,tetapi tetap menghormatinya sebagai guru.Dan ia mengajarkan bahwa
Yesus Kristus tidak pernah di salib.#
Di samping itu agama Nashrani
mengenal sistem kependetaan,orang-orang suci dan kepala-kepala
gereja.Kepala-kepala gereja adalah orang-orang suci di mana mereka menguasai
keagamaan dan kepercayaan jamaah.Paus adalah tokoh yang paling suci di dunia
keagamaanya,di anggap sebagai wakil Tuhan yang memiliki kekuasaan atas iman dan
hati manusia.Dia mempunyai hak otoritet dalam hal kutukan dan pengampunan.
Kelima,Agama islam.Ajaran Islam
tentang manusia sama sekali berbeda dengan agama-agama lainya.Manusia di
perkenalkanya dengan menjelaskan fungsinya di dunia ini.Manusia itu adalah
Khalifah Allah Subhanahu wa ta'aala di bumi.Makhluk yang bertugas mengurus bumi
dengan seluruh isinya,dan berkewajiban memakmurkanya sebagai Amanah dari Allah
subhaanahu wa ta'aala :
"Dan Dialah menjadikan kamu
khalifah-khalifah (penguasa) di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas
sebagian yang lain beberapa derajat,karena Ia hendak mengujimu tentang apa yang
di berikanya kepadamu."(Al-An-am:165)
"Dia telah menciptakan kamu
dari bumi (tanah) dan menugaskan kamu memakmurkanya."(Hud: 61)
Sebagai penguasa di bumi,manusia
berkewajiban membudayakan alam ini guna menyiapkan kehidupan yang bahagia.Tugas
dan kewajiban itu adalah ujian Tuhan pada manusia,siapa di antaranya yang
paling baik menunaikan amanah itu.Dalam pelaksanaan kewajiban dan amanah,semua
adalah sama berdasarkan bidang dan keahlian masing-masing.Jadi hidup menganggur
dan bermalas-malas bertentangan dengan Ajaran Islam.
Semua manusia di ciptakan dari satu
asal yang sama.Tidak ada kelebihan yang satu dari yang lainya,kecuali yang
paling baik dalam menunaikan fungsinya sebagai khalifah Tuhan di bumi,yang
lebih banyak manfaatnya bagi kemanusiaan dan yang paling taqwa kepada Allah
subhaanahu wa ta'aala.Perbedaan ras dan bangsa hanyalah sebagai pertanda dan
identitas dalam pergaulan internasional.
"Hai manusia! Sesungguhnya Kami
menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan Kami menjadikan kamu
berbangsa-bangsa,supaya kamu saling kenal-mengenal dengan baik,sesungguhnya
semulia-mulia kamu pada sisi Allah ialah yang paling taqwa."(Al-Hujarat:
13)
Demikianlah Islam menegaskan prinsip
persamaan seluruh manusia.Atas dasar prinsip persamaan itu,maka setiap orang
mempunyai hak dan kewajiban yang sama.Islam tidak memberikan hak-hak istimewa
bagi seseorang atau golongan lainya,baik dalam bidang kerohanian,maupun dalam
bidang politik sosial dan ekonomi.Setiap orang mempunyai hak yang sama dalam
kehidupan masyarakat,dan masyarakat mempunyai kewajiban bersama atas
kesejahteraan tiap-tiap anggotanya.Karenanya Islam menentang setiap bentuk
diskriminasi,baik diskriminasi karena keturunan maupun karena warna
kulit,kesukuan,kebangsaan dan kekayaan.
Sikap hidup
biasanya tergantung pada pribadi dan lingkungannya, uraikan dan contohkan
tentang sikap sikap hidup yang muncul karena pengaruh lingkungan! Di dalam diri
manusia terdapat sikap hidup etis dan non etis, jelaskan!
Sikap etis disebut juga
sikap positif, dan sikap non etis
disebut juga
sikap negatif.Ada tujuh sikap etis, yaitu :
- sikap lincah
– sikap
arif
– dan sikap bangga
- sikap rendah hati
– sikap berani
- sikap tenang
– sikap halus
Sikap non etis atau sikap negatif, yaitu :
- sikap kaku
– sikap takut
- sikap gugup
– sikap kasar
- sikap
angkuh
– sikap dan sikap rendah diri
Sikap-sikap ini harus dijauhkan dari diri pribadi-pribadi., karena sangat
merugikan baik bagi pribadi masing-masing maupun bagi kemajuan bangsa.
Apakah pandangan hidup bagi bangsa Indonesia?
uraikan dan jelaskan!
Setiap bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas ke arah
mana tujuan yang ingin dicapai sangat memerlukan pandangan hidup. Dengan
pandangan hidup inilah sesuatu bangsa akan memandang persoalan-persoalan yang
dihadapi dan menetukan arah serta bagaimana cara bangsa itu memecahkan
persoalan-persoalan tadi.
Tanpa memiliki pandangan hidup maka sesuatu bangsa akan merasa terus
terombang-ambing dalam menghadapi persoalan-persoalan besar yang timbul, baik
persoalan-persoalan di masyarakat sendiri maupun persoalan-persoalan besar umat
manusia dalam pergaulan masyarakat bangsa-bangsa di dunia ini. Dengan pandangan
hidup yang jelas sesuatu bangsa akan memiliki pedoman dan pegangan bagaimana ia
memecahkan masalah-masalah politik, ekonomi, sosial budaya yang timbul dalam
gerak masyarakat yang makin maju. Dengan berpedoman pada pandangan hidup itu
pula sesuatu bangsa akan membangun dirinya. Dalam pandangan hidup ini
terkandung konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan oleh sesuatu
bangsa, terkandung pikiran yang dianggap baik. Pada akhirnya pandangn hidup
suatu bangsa adalah suatu kristalisasi nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa
itu sendiri, yang diyakini kebenaranya dan menimbulkan tekad pada bangsa itu
untuk mewujudkanya. Karena itulah dalam melaksanakan pembangunan misalnya, kita
tidak dapat begitu saja mencontoh atau meniru model yang dilakukan oleh bangsa
lain tanpa menyesuaikan dengan pandangn hidup, dan kebutuhan-kebutuhan yang
baik dan memuaskan bagi suatu bangsa, belum tentu baik dan memuaskan bagi
bangsa lain. Oleh karena itu pandangan hidup suatu bangsa merupakan masalah
yang sangat asasi bagi kekohan dan kelestarian suatu bangsa.
Negara Republik Indonesia memang tergolong muda dalam barisan Negara-negara
lain di dunia. Tetapi bangsa Indonesia lahir dari sejarah dan kebudayaan yang
tua, melalui gemilangnya Kerajaan Sriwijaya, Majapahit dan Mataram.
Kemudian mengalami penderitaan penjajahan sepanjang tiga setengah abad,
sampai akhirnya bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaanya pada tanggal 17
Agustus 1945. Sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut kembali kemerdekaan
nasionalnya sama tuanya dengan sejarah penjajahan itu sendiri. Berbagai babak
sejarah telah dilalui dan berbagai jalan ditempuh dengan cara yang
berbeda-beda, mulai dari cara yang lunak sampai dengan cara yang kasar, mulai
dari gerakan kaum cendikiawan yang terbatas smapai pada gerakan yang menghimpun
kekuatan rakyat banyak, mulai dari bidang pendidkan, kesenian daerah,
perdagangan sampai pada gerakan-gerakan politik.
Bangsa Indonesia lahir menurut cara dan jalan yang ditempuhnya sendiri yang
merupakan hasil antara proses sejarah di masa lampau, tantangan perjuangan dan
cita-cita hidup di masa yang akan datang, yang secara keseluruhan membentuk
kepribadianya sendiri. Oleh karena itu bangsa Indonesia lahir dengan
kepribadianya sendiri, yang bersamaan dengan lahirnya bangsa dan Negara itu,
kepribadian itu ditekankan sebagai pandangan hidup dan dasar Negara Pancasila.
Bangsa Indonesia lahir dengan kekuatan sendiri, maka percaya pada diri sendiri
juga merupakan salah satu cirri kepribadian bangsa Indonesia. Karena itulah,
Pancasila bukan lahir secara mendadak pada tahun 1945, melainkan telah melalui
proses yang panjang, dimatangkan oleh sejarah perjungan bangsa kita sendiri,
dengan melihat pengalaman bangsa-bangsa lain, dengan diilhami oleh bangsa kita
dan gagasan-gagasan besar bangsa kita sendiri.
Karena pancasila sudah merupakan pandangan hidup yang berakar dalam
kepribadian bangsa, maka ia diterima sebagai Dasar Negara yang mengatur hidup
ketatanegaraan. Hal ini tampak dalam sejarah bahwa meskipun dituangkan dalam
rumusan yang agak berbeda, namun dalam tiga buah UUD yang pernah kita
miliki yaitu dalam pembukaan UUD 1945, Mukadimah Konstitusi Republik
Indonesia Serikat dan UUD sementara Republik Indonesia tahun 1950 pancasila itu
tetap tercantum di dalamnya.
Pancasila yang selalu dikukuhkan dalam kehidupan konstitusional kita,
Pancasila selalu menjadi pegangan bersama pada saat terjadi krisis nasional dan
ancaman terhadap eksistensi bangsa kita, merupakan bukti sejarah bahwa
Pancasila memang selalu dikehendaki oleh bangsa Indonesia sebagai dasar
kerohanian bangsa, dikehendaki sebagai Dasar Negara.
Manusia Dan
Tanggung Jawab
Kebutuhan manusia
itu meliputi apa saja? Coba jelaskan!
1. Definisi Kebutuhan Dasar
Manusia
Kebutuhan adalah suatu keadaan yang ditandai oleh perasaan kekurangan dan ingin
diperoleh sesuatu yang akan diwujudkan melalui suatu usaha atau tindakan. Kebutuhan dasar manusia merupakan
unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis
maupun psikologis, yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan
kesehatan dalam jangka waktu tertentu.
2. Ciri Kebutuhan Dasar Manusia
Manusia memiliki kebutuhan dasar yang bersifat heterogen. Setiap orang pada
dasarnya memiliki kebutuhan yang sama, akan tetapi karena budaya, maka
kebutuhan tersebutpun ikut berbeda. Dalam memenuhi kebutuhan manusia
menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada. Lalu jika gagal memenuhi
kebutuhannya, manusia akan berpikir lebih keras dan bergerak untuk berusaha
mendapatkannya.
3. Berbagai Macam Kebutuhan Dasar Manusia
Manusia memiliki berbagai macam kebutuhan menurut intensitas kegunaan, menurut
sifat, menurut bentuk, menurut waktu, dan menurut subjek.
A. Kebutuhan Manusia Menurut
Intensitas Kegunaan
Kebutuhan
Manusia Menurut Intensitas Kegunaan atau Menurut Tingkatannya
Berdasarkan
intensitas kegunaannya, kebutuhan dibedakan menjadi kebutuhan primer, sekunder,
dan tersier.
1)
Kebutuhan Primer
Kebutuhan
primer disebut juga kebutuhan pokok atau dasar, yaitu kebutuhan yang harus
dipenuhi karena sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Kebutuhan ini
meliputi makanan, pakaian, dan perumahan (pangan, sandang dan papan). Agar
tetap hidup manusia membutuhkan makan setiap hari, berpakaian yang layak, dan
mempunyai tempat tinggal untuk menghindari sengatan matahari, siraman air
hujan, dan pengaruh udara. Kebutuhan primer disebut juga kebutuhan pokok atau
dasar, yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi karena sangat penting bagi
kelangsungan hidup manusia. Apabila kebutuhan primer ini tidak terpenuhi, maka
manusia sulit untuk melangsungkan kehidupan dan mewujudkan jati diri sesuai
dengan kodratnya.
Seperti
halnya dalam kebudayaan nasional, kebutuhan ini sangatlah tidak bisa dilepaskan
dari kehidupan manusia karena kebutuhan primer ini merupakan kebutuhan awal
yang paling mendasar dalam menjamin kehidupan manusia.
2) Kebutuhan Sekunder
Kebutuhan
sekunder adalah merupakan jenis kebutuhan yang diperlukan setelah semua
kebutuhan pokok primer telah semuanya terpenuhi dengan baik. Kebutuhan sekunder
sifatnya menunjang kebutuhan primer. Kebutuhan sekunder antara lain radio,
televisi, meja dan kursi, tempat tidur, dan sebagainya. Manusia sebagai makhluk
sosial yang berbudaya mempunyai kebutuhan yang berkembang seiring dengan
tuntutan kepuasan yang diinginkan. Kebutuhan sekunder sebenarnya tidak begitu
penting untuk diwujudkan, karena tanpa pemenuhan kebutuhan inipun manusia dapat
tetap hidup.
3)
Kebutuhan Tersier
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan manusia
yang sifatnya mewah, tidak sederhana dan berlebihan yang timbul setelah terpenuhinya kebutuhan primer dan kebutuhan
skunder. Kebutuhan tersier atau kebutuhan akan barang mewah antara lain villa,
mobil mewah/kapal pesiar dan kebutuhan mewah lainnya. Kebutuhan tersier timbul
setelah kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan
tersier ini pada dasarnya berkenaan dengan status seseorang, agar lebih
dihargai oleh orang lain dan lebih terpandang.
Budaya orang kaya atau orang yang
memiliki banyak harta biasanya mereka memenuhi kebutuhan tersiernya dengan
barang-barang mewah, sehingga dengan terbelinya barang mewah tersebut mereka
akan terlihat dan diketahui orang banyak bahwa mereka adalah orang kaya dan
terpandang.
Batas
antara kebutuhan primer, sekunder, dan tersier untuk masing-masing orang
tidaklah sama. Hal ini berhubungan dengan kedudukan dan status ekonomi orang
tersebut di tengah masyarakat. Kemungkinan bagi orang tertentu, kebutuhan
sekunder akan menjadi kebutuhan tersier untuk orang yang lain. Misalnya TV
berwarna bagi golongan berpenghasilan tinggi merupakan kebutuhan sekunder,
sedangkan bagi mereka yang penghasilannya rendah merupakan kebutuhan tersier.
B. Kebutuhan
Menurut Sifat
1)
Kebutuhan Jasmani
Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang
diperlukan oleh jasmani atau badan. Contoh: untuk menjaga kesehatan badan,
manusia memerlukan makanan, minuman, pakaian, dan olahraga yang teratur.
2)
Kebutuhan Rohani
Kebutuhan Rohani adalah kebutuhan yang
diperlukan oleh rohani atau jiwa. Contoh: untuk menyegarkan pikiran manusia
memerlukan hiburan, untuk menguatkan iman manusia memerlukan siraman rohani
berupa petunjuk dan nasihat keagamaan, untuk mencerdaskan pikiran dan
meningkatkan keterampilan manusia memerlukan pendidikan.
C. Kebutuhan Menurut Bentuk
1)
Kebutuhan Material
Kebutuhan material adalah kebutuhan yang
berbentuk benda material atau benda berwujud, seperti tas, makanan, rumah,
pakaian, dan lain-lain.
2)
Kebutuhan Immaterial
Kebutuhan immaterial adalah kebutuhan yang
berbentuk benda immaterial atau benda yang tak berwujud, seperti nasihat ulama,
penjelasan guru, hiburan, petunjuk dokter, dan lain-lain.
D. Kebutuhan Menurut Waktu
1)
Kebutuhan Sekarang
Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang
pemenuhannya tidak dapat ditunda dan harus dipenuhi saat kebutuhan tersebut
dirasakan. Contoh: kebutuhan akan makan bagi orang yang lapar dan kebutuhan
akan obat bagi orang yang sakit.
2)
Kebutuhan Masa Depan
Kebutuhan masa depan adalah kebutuhan yang
pemenuhannya dapat ditunda, karena dibutuhkan pada saat yang akan datang.
Contoh: kebutuhan akan tempat tidur bayi bagi ibu yang sedang hamil muda dan
kebutuhan akan biaya kuliah bagi anak yang masih SMP. Pada umumnya orang
mempersiapkan diri untuk memenuhi kebutuhan masa depan, di antaranya dengan
menabung.
3) Kebutuhan
Tidak Tentu Waktunya
Kebutuhan ini disebabkan
sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba / tidak disengaja yang sifatnya
insidental. Contoh : konsultasi kesehatan dan kecelakaan.
E. Kebutuhan Menurut Subjek
1)
Kebutuhan Individu
Kebutuhan individu adalah kebutuhan yang
harus dipenuhi secara individu atau perorangan. Contoh: kebutuhan makan, minum,
pakaian, sepatu, dan sikat gigi. Kebutuhan individu setiap orang berbeda.
2)
Kebutuhan Kualitatif/Bersama
Kebutuhan kolektif adalah kebutuhan yang
harus dipenuhi untuk kepentingan bersama dan dilakukan secara bersama-sama.
Contoh : kebutuhan akan jalan raya, listrik, pasar, sistem pengairan, tempat
pembuangan sampah, dan lain-lain.
4. Faktor Penyebab Perbedaan Kebutuhan
Manusia memiliki berbagai macam
perbedaan dalam memenuhi kebutuhan dasar yang disebabkan oleh beberapa
faktor yaitu:
1.
Adat Istiadat
2.
Profesi
3.
Agama
4.
Alam dan Peradaban
5.
Usia
6.
Hobi
7.
Status Sosial dan Ekonomi
Unsur-unsur wajib
untuk mencari arti hidup itu meliputi apa saja? Jelaskan!
a). Apakah yang
disebut dengan tanggungjawab?
Pengertian dan
macam-macam tanggung jawab (Manusia dan tanggung jawab)
Tanggung
jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung
segala sesuatunya. sehingga bertanggung jawab adalah berkewajiban menanggung,
memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, dan memberikan jawab serta
menanggung akibatnya.
Seorang pelajar memiliki kewajiban belajar. bila belajar, maka hal itu berarti
ia telah memenuhi kewajibanya serta dia juga telah bertanggung jawab atas
kewajibannya. kadar penanggung jawabnnya adalah bila dalam ujian dia akan
menerima hasil ujiannya apakah A, B, atau C.
Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau pengertian atas
segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbulnya sikap
tanggung jawab karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam
lingkungan alam.
b). Sebutkan dan
jelaskan macam-macam tanggung jawab dan berilah contoh!
B. Macam-Macam
Tanggung Jawab
Manusia berjuang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan adapun untuk kebutuhan
orang lain. Dalam usahanya setiap manusia menyadari bahwa ada kekuatan lain
yang ikut menentukan dan membantunya yaitu kekuasaan tuhan.Dengan demikian
tanggung jawab itu dapat di bedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang
dibuat nya. Berikut ini merupakan beberapa jenis tanggung jawab, yaitu :
1. Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri itu menuntut kesadaran akan diri kita
untuk memenuhi kewajiban sendiri dan mengembangkan kepribadian sebagai manusia
pribadi.
Apa yang telah kita lakukan harus menerima resikonya sendiri.
2. Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung
jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga,
tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejaterahaan ,keselamatan,pendidikan dan
kehidupan. Sebagai anggota keluarga kita harus saling menjaga nama baik keluarga
dengan sikap dan perbuatan yang kita lakukan di dalam kehidupan bermasyarakat.
3. Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain karena
manusia kedudukannya sebagai makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain maka
kita harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Berinteraksi didalam
suatu kehidupan masyarakat sangat dibutuhkan karena itu bisa membuat kita
saling mengenal satu dengan yang lainnya.
4. Tanggung Jawab Kepada Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi bahwa tiap manusia, tiap individu adalah suatu warga
negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, dan bertingkah laku manusia terikat
oleh norma-norma yang di buat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya
sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah maka ia harus bertanggung jawab
kepada Negara atas apa yang telah ia perbuat. Kita harus menjaga nama baik
bangsa dan negara kita sendiri dengan prestasi-prestasi anak bangsa.
5. Tanggung Jawab Terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan
untuk mengisi kehidupan manusia agar tanggung jawab langsung terhadap tuhan.
Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman tuhan yang
dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam jenis agama.
Menerima hukuman di akhirat nanti atas apa yang telah kita lakukan selama hidup
didunia ini.
a). Coba jelaskan tentang arti pengabdian!
ARTI
PENGABDIAN
Dalam
Kamus Umum Bahasa Indonesia, pengabdian berarti hal mengabdi atau mengabdikan.
Seorang warga negara yang mengabdi kepada negaranya biasanya berpedoman hidup:
"Berjuang bagi negara tanpa mengharapkan imbalan apa-apa."
PENGABDIAN BUKAN PERBUDAKAN
Pengabdian
bukan perbudakan, sebab perbudakan selalu disertai dengan paksaan dan
ketakutan, yang akhirnya menimbulkan pemberontakan. Tidak ada perbudakan yang
menghasilkan kebahagiaan karena akan berakhir pada kehancuran.
Saat
Gubernur Jenderal Daendels mengumumkan kerja paksa membuat jalan raya Anyer
sampai Panarukan sepanjang lebih kurang 1000 km, timbul penderitaan. Banyak
rakyat pekerja rodi yang tewas. Pada tahun 1806, ketika Daendels membangun
pelabuhan Ujung Kulon dengan cara kerja paksa lagi, sejumlah 1500 pekerja
meninggal. Akibatnya, karena tidak tertahan lagi muncullah pemberontakan yang
dipimpin oleh Mangkubumi Banten terhadap pemerintah Belanda.
Perbudakan
bertolak belakang dengan pengabdian sebab pengabdian selalu disertai dengan
rasa tulus dan ikhlas dalam melakukan tugasnya. Tidak ada paksaan atau ancaman.
Berkat bagi abdi yang setia adalah kebahagiaan bersama tuannya, sebagaimana
Firman Tuhan:
"Maka kata tuannya itu
kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau
telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab
dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."
(Matius 25:21)
PENGABDIAN BERARTI BERBUAT SESUATU BAGI ORANG LAIN
TANPA MENUNTUT IMBALAN JASA
Seorang
hamba baru bisa dikatakan mengabdi jika ia berbuat sesuatu bagi tuannya tanpa
mengharapkan balas jasa. Matius 25:14-30 menggambarkan dengan jelas arti
pengabdian. Hamba yang menjalankan modal tuannya sehingga mendapat untung bagi
tuannya, disebut sebagai hamba yang baik dan setia. Tetapi hamba yang tidak mau
mengabdi dipecat dari jabatannya.
Demikian
pula orang yang mengabdi kepada sesama. Ia akan bertindak dan berkorban bagi
sesama tanpa mengharapkan imbalan jasa. Dalam hal ini, kita dapat melihat para
donor darah. Mereka menyumbangkan darahnya bagi mereka yang memerlukan, tanpa
menuntut imbalan apa pun, sebab tujuannya adalah mengabdi kepada sesamanya.
Sebuah
nyanyian anak-anak yang bertema kasih ibu, menjelaskan betapa besar pengabdian
ibu itu:
Kasih ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi
Tak harap kembali
Bagai sang surya
Menyinari dunia
Dari
syair di atas, pengabdian seorang ibu disejajarkan dengan matahari yang selalu
memberi dan tidak mengharapkan balasan. Sungguh suatu gambaran pengabdian yang
indah bagi kita.
b). Apakah sama antara pengabdian dan
bantuan? Jelaskan!
Berbeda, pengabdian lebih ke rasa tanggung
jawab yang harus dilaksanakan. Tapi kadang hampir
sama, perbedaannya hanya kalau pengabdian
tanpa diminta (dari dalam diri sendiri) , kalau
bantuan kadang dari dalam diri sendiri kadang
diminta.
a). Apa arti
pengorbanan?
Pengertian Pengorbanan
Pengorbanan adalah pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang
tulus ikhlas semata-mata. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian.
Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa
ada transaksi, kapan saja diperlukan.
Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan pengorbanan
lebih banyak menunjuk kepada pemberian. Dalam pengadian selalu dituntut
pengorbanan, tapi belum tentu pengorbanan menuntut pengabdian.
Hidup adalah sebuah perjuangan yang selalu harus dilakukan oleh setiap
makhluk agar tetap bertahan hidup. Pengorbanan itu sendiri bisa berbentuk
material (yang bisa dilihat, dipegang) dan berbentuk immaterial (hanya bisa
dirasakan). dan pengorbanan yang dilakukan dengan tulus dan tujuan mulia pasti
akan memberikan hasil yang luar biasa (tidak sia-sia atau percuma).
Pengorbanan yang terbesar adalah pengorbanan yang dilakukan untuk
keselamatan banyak jiwa, pengorbanan yang tak memandang kesalahan dan perbuatan
baik dari ciptaan-Nya. dan pengorbanan sebesar dan setulus ini belum pernah
dilakukan oleh siapapun selain dari Tuhan itu sendiri.
Jika Tuhan mau berkorban untuk kita, maka kitapun jangan ragu untuk
melakukan hal yang sama, tetapi perhatikanlah tujuan atau arti pengorbanan yang
dilakukan apakah untuk hal mulia atau untuk hal yang konyol.
b). Sebutkan macamnya dan berilah contoh!